Announcements
CALL FOR PAPERS
Ufuk: Journal of Indonesia–Türkiye Studies
Volume 1, Number 1
Tema edisi perdana:
"Everyday Indonesia–Türkiye Encounters / Pertemuan Sehari-hari Indonesia–Türkiye"
Edisi perdana ini akan menyoroti perjumpaan sehari-hari antara Indonesia dan Türkiye. Kami tertarik pada bagaimana hubungan dua ruang ini hidup di tingkatan masyarakat sipil, mahasiswa, pekerja, jamaah, aktivis sosial, pegiat budaya, relawan kemanusiaan, maupun organisasi pendidikan dan keagamaan.
Ruang lingkup naskah
Kami mengundang kontribusi yang mencakup (namun tidak terbatas pada):
-
Mobilitas & diaspora
-
Mahasiswa Indonesia di Türkiye: kehidupan akademik, kultur kampus Ilahiyat, negosiasi identitas, solidaritas sesama diaspora.
-
Pertukaran beasiswa, pengalaman adaptasi bahasa Turki, pengalaman religius dan sosial di Bursa, Istanbul, Konya, Ankara, dll.
-
Mahasiswa atau peneliti Türkiye di Indonesia / Asia Tenggara: bagaimana mereka membaca Islam Indonesia, masyarakat Jawa, pesantren, NU, Muhammadiyah, kampus Islam, ruang publik, dll.
-
Agama dalam ruang publik
-
Praktik ritual publik (maulid, sholawat akbar, halaqah Ramadhan, sohbet, majelis dzikir) di Indonesia dan Türkiye.
-
Peran Diyanet / ormas Islam / pesantren / komunitas kajian independen dalam membentuk wibawa keagamaan di ruang publik.
-
Dakwah digital lintas Indonesia–Türkiye: figur, gaya bahasa, otoritas, monetisasi religiusitas, filantropi online.
-
Budaya populer, bahasa, dan imajinasi satu sama lain
-
Romantisasi Turki di kalangan Muslim Indonesia: Ottoman nostalgia, “negeri para ulama”, serial TV Turki, estetika hijrah Turki.
-
Imaji Indonesia di mata Türkiye: “ülke kardeş / negara saudara”, Asia Tenggara muslim, solidaritas kemanusiaan, umrah murah, kelas tahfiz, dan seterusnya.
-
Bahasa sebagai jembatan: belajar bahasa Turki oleh penutur Indonesia, atau pemaknaan istilah keagamaan Indonesia oleh pembaca Türkiye.
-
Terjemahan gagasan: bagaimana konsep keagamaan, sosial, atau politik dari satu konteks dipinjam lalu disesuaikan di konteks lain.
-
Ekonomi politik keseharian
-
Jalur informal survival: kerja sambilan diaspora pelajar, biaya hidup, jaringan tolong-menolong sesama komunitas Indonesia di Türkiye.
-
Filantropi, solidaritas, dana donasi lintas negara, aktivisme kemanusiaan.
-
Pengalaman birokrasi (visa, izin tinggal, kampus, urusan kedutaan, pengakuan ijazah agama).
-
Kebijakan, pendidikan, dan produksi pengetahuan
-
Pendidikan agama / Ilahiyat Turki dan perbandingannya dengan kampus Islam/PTKI Indonesia.
-
Perjumpaan epistemik: bagaimana mahasiswa Indonesia membaca ulang fiqh, tafsir, sejarah Utsmani, atau wacana keislaman Türkiye; bagaimana peneliti Türkiye memandang praktik Islam Indonesia seperti pesantren atau dakwah komunitas.
-
Kerja sama kelembagaan: pertukaran dosen, MoU kampus, forum intelektual, forum budaya, program dakwah lintas negara, kemanusiaan lintas batas.
-
Sejarah, memori, dan simbol
-
Bagaimana “Turki Utsmani” diimajinasikan ulang di ruang publik Indonesia kontemporer.
-
Bagaimana Indonesia dibicarakan di Türkiye sebagai sahabat strategis, mitra Muslim demokratis, atau pasar budaya.
-
Penggunaan simbol-simbol Turki (bendera, arsitektur masjid, gaya busana muslimah) dalam ruang sosial Indonesia, dan sebaliknya penggunaan referensi “Nusantara”/“Cava/Melayu/Endonezya” dalam percakapan Türkiye.
Jenis naskah yang kami terima
-
Research Article (6.000–8.000 kata)
Artikel riset penuh berbasis data (etnografi, arsip, studi kebijakan, analisis wacana, survei, wawancara mendalam, dsb.), dengan kerangka analitis yang jelas. -
Comparative Essay / Analytical Essay (4.000–6.000 kata)
Esai analitis yang menawarkan pembacaan perbandingan Indonesia–Türkiye, atau memetakan satu isu di salah satu konteks dan menjelaskan relevansinya bagi konteks yang lain. -
Field/Diaspora Notes (2.000–3.000 kata)
Catatan lapangan reflektif dari pelajar, peneliti muda, atau praktisi yang hidup langsung di Bursa, Jakarta, Aceh, Anatolia, Istanbul, kampus Ilahiyat, komunitas migran, organisasi filantropi, dan sebagainya. Kami sangat mendorong genre ini sebagai identitas khas jurnal ini. -
Translation / Source Dossier (maks. 4.000 kata)
Terjemahan beranotasi terhadap materi sumber (misalnya teks pendek Turki tentang lembaga keagamaan, selebaran organisasi sosial, kutipan panduan kampus Ilahiyat, pamflet dakwah diaspora Indonesia di Türkiye, dokumen komunitas, arsip kecil), disertai pengantar kritis yang menjelaskan konteks sosialnya. -
Review Essay (1.500–2.500 kata)
Ulasan buku tentang hubungan Indonesia-Turkiye.